Rabu, 23 November 2022

Hari ke-Sepuluh

 


"Abaikan Tujuan", Fokus Perbaiki Sistem

Misalkan Si X, sebagai mahasiswa dengan kemampuan rata-rata, ingin mendapatkan nilai A di ujian akhir dari satu mata kuliah tertentu. Tetapi Si X memiliki cara belajar yang kurang baik dan hanya memanfaatkan sistem kebut semalam untuk mempelajari semua materi yang akan diujikan. Berapa besarkah kemungkinan Si X akan mendapatkan nilai A dengan metode tersebut?

Bandingkan dengan Si Y yang memiliki kemampuan setara, namun menerapkan sistem belajar yang lebih baik. Dia memiliki kebiasaan untuk meringkas apa-apa yang telah dipelajari dalam tiap sesi dan membaca ulang ringkasan tersebut di setiap minggunya. Si Y tidak berfokus pada nilai, namun dia mencoba untuk menciptakan sistem yang akan membantu dia untuk meraih tujuan itu.

Hal ini juga yang diungkapkan James Clear. Empat masalah yang ada jika kita mempunyai obsesi yang berlebih pada tujuan: a) pemenang dan pecundang memiliki tujuan yang sama, b) meraih tujuan tidak mengubah cara kerjamu menjadi lebih baik (bahkan mungkin dapat memacu kita untuk memanfaatkan cara-cara "cepat" untuk meraih tujuan itu), c) tujuan membatasi kebahagian kita (kita hanya akan bahagia ketika tujuan telah diraih) & d) tujuan hampir selalu bertolak belakang dengan hal-hal yang memiliki manfaat jangka panjang (masih berhubungan dengan poin b).

3. Mulailah Perubahan Dari Dalam (Definisikan Siapa Dirimu)

Sekarang ini jogging dan bersepeda sedang menjadi kegiatan yang banyak orang lakukan. Tetapi siapakah yang akhirnya dapat melakukan dua hal menyehatkan tersebut secara konsisten? Apakah orang yang ingin dianggap "kekinian" ataukah orang yang mendefinisikan dirinya sebagai manusia sehat yang akan bertahan? Orang yang mendefinisikan dirinya sebagai manusia sehat tidak akan peduli jika jogging atau bersepeda adalah hal yang sedang menjadi trend karena mereka telah merasakan manfaatnya pada kesehatan mereka.

The ultimate form of intrinsic motivation is when a habit becomes part of our identity.” - James Clear.

4. Bagaimanakah Caranya untuk Mempertahankan Kebiasaan Baik?

Terdapat empat komponen yang diperlukan untuk membangun kebiasaan.

Komponen pertama adalah cue (atau tanda). Cue memberi sinyal kepada otak kita bahwa ini adalah saatnya untuk melakukan kebiasaanmu. Misal, kamu ingin mempunyai kebiasaan untuk menulis jurnal tentang keseharian mu. Jika kamu menaruh buku dan alat tulismu di dalam tas, besar kemungkinannya kamu akan lupa untuk menulisnya. Akan tetapi, jika kamu menaruh buku dan alat tulismu di atas meja kamarmu di mana kamu bisa melihatnya dengan jelas, setidaknya kamu akan teringat bahwa kamu harus menulis jurnal setiap hari. Jadi kunci pertama untuk membangun kebiasaan adalah make the cue obvious (buat jelas tanda-tanda untuk memulai kebiasaan itu).

Komponen kedua adalah craving (atau keinginan menggebu). Jika kamu sudah teringat untuk menulis jurnal tapi kamu merasa malas dan tidak mempunyai motivasi, kamu harus membuat kebiasaan itu menjadi atraktif. Misal untuk membuat journaling lebih atraktif, kamu bisa menulis sambil mendengarkan musik yang kamu suka atau jika kamu suka dengan wewangian, kamu bisa menaruh aroma terapi di meja tempat kamu menulis. Dengan begitu kamu akan merasa lebih bersemangat. Kunci keduanya adalah make the habit attractive.

Komponen ketiga adalah response (atau reaksi atau kebiasaan yang akhirnya kita lakukan). Terkadang ada saja hal-hal yang dapat membuat kita kehilangan fokus pada saat kita melakukan habit. Sebagai contoh, notifikasi yang muncul tanpa henti pada layar ponsel dapat mengalihkan perhatian kita pada saat menulis jurnal. Untuk mempermudah proses penulisan jurnal, kita harus menghilangkan gangguan tersebut dengan mematikan ponsel untuk sementara. Kunci ketiganya adalah make the habit easy.

Komponen keempat adalah reward (atau ganjaran). Kita akan cenderung mengulangi kebiasaan tertentu jika kita mendapatkan ganjaran setelah kita selesai melakukannya, walaupun ganjaran itu terlihat kecil dan sederhana. Dalam contoh journaling ini, mungkin reward langsung yang bisa kita dapatkan adalah kemampuan kita untuk melihat seberapa signifikan perubahan yang terjadi pada diri kita dengan melihat catatan-catatan harian yang telah kita tuliskan sebelumnya dan bersyukur atas perubahan positif yang telah kamu dapatkan. Jadi kata kunci terakhir dari ringkasan ini adalah make the habit immediately satisfying.


TOMAT

 

    Hari ini adalah hari ke-10 aku tumbuh bersama Meta dan Meto. Di hari ke-10 ini pertumbuhan mereka masih sama seperti kemarin. Dan aku kelupaan untuk foto Meta dan Meto juga lupa untuk menyirami mereka. Setelah ingat, aku buru-buru menyirami mereka hehe.

AFIRMASI

Saya bangun pukul 04.30 setiap pagi dan saya tidur pukul 22.00 setiap malam. Saya manusia disiplin. Saya manusia yang membuat pilihan baik. Saya manusia bijak dalam bertindak. Saya manusia cermat dalam bertutur kata. Saya manusia penuh cinta dan manusia bahagia.
Kesimpulan : Saya disiplin, membuat pilihan baik, bijak, cermat, penuh cinta dan bahagia.

REFLEKSI MALAM

Hari ini adalah hari pertama kami berdinamika bersama bersama dengan kelas lain yaitu X1, X2, X3, X4, dan X5 untuk Sit In dan Berdikari kelas 10. Di materi yang pertama disampaikan oleh Romo Novi dan setelah itu materi diberikan oleh tim Werkudara dari Solo. 

Ada beberapa point penting yang saya dapatkan dari dinamika tadi pagi sampai siang hari. 

Kerja buat hidup. Hidup buat kerja. Dua-duanya itu baik, lebih baik lagi ketika kita mendapatkan keseimbangan untuk melakukan dua hal tersebut. Saat peralihan terjadi pasti akan selalu menemukan kelompok orang yang tidak siap dan menolak perubahan. Masa peralihan manusia mulai berpikir tentang pentingnya sekolah dan keterampilan atau yang biasa disebut dengan soft skill. Contoh kemampuan misalnya kemampuan berelasi, berbicara depan umum, berorganisasi, dan berkomunikasi. 

Suka tidak suka, Internet of Things yang membentuk kita hari ini. Kalau kita paham akan situasi ini, inilah yang akan kita hadapi besok. 

Ensiklik sosial pertama dari Paus Johanes Paulus II (1981). Ensiklik merupakan surat yang dikeluarkan gereja untuk menanggapi masalah tertentu pada jaman tersebut. 5 Ajaran gereja yakni = Tentang martabat manusia, solidaritas, berpihak pada orang yang miskin, subsidialitas, dan kesejahteraan umum.

Pada umumnya, orang bekerja untuk mendapatkan atau mencapai sesuatu hal. "Work means activity by man, whether manual or intellectual, whatever its nature or circumtances."

Manusia adalah subjek kerja yang sebenarnya karena sebagai seorang pribadi, tindakan-tindakan kerja harus mewujudkan kemanusiaan seseorang. Pribadi bebas dan sadar dapat memutuskan tentang dirinya. Karena tadi Romo Novi meminta masing-masing anak menyiapkan sebuah jawaban tentang arti pribadi bebas dari masing-masing orang. Dan menurut saya, pribadi bebas adalah pribadi yang tidak terikat hidupnya oleh ketentuan masyarakat dan akan menentukan tindakannya untuk memperbaiki diri dan selalu memiliki tanggung jawab.

Dasar untuk menentukan nilai pekerjaan manusia bukanlah jenis pekerjaan yang dilakukan tapi fakta bahwa yang melakukan adalah seseorang. Apapun pekerjaannya, itu baik adanya, yang menjadi pokok adalah pribadinya. 

Minat itu penting. Kalau orang minat tapi tidak mempunyai bakat nanti dia akan selalu mencoba untuk mengasah kemampuannya sesuai dengan minatnya. 

Manusia ditakdirkan untuk bekerja dan dipanggil untuk itu. Kerja adalah untuk manusia dan bukan manusia untuk kerja.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hari ke-Duapuluh tujuh & Duapuluh delapan

  ATOMIC HABITS